Pages

Rabu, 25 April 2012

Analisis Segmentasi Pasar Mie Setan


Apa yang pertama kali terbesit dibenak kita ketika mendengar kata “setan”???

Mungkin hanyalah sebuah pikiran negatif yang terbayang. Hal tersebut tak dapat dipungkiri karena kata “setan” merupakan salah satu kata yang cenderung bermakna mengerikan dan magis. Setan yang berarti hantu dalam penggunaan bahasa sehari-hari di wilayah Pulau Jawa.

Namun, makna dari kata tersebut tak cukup seram untuk saat ini. Kenapa bisa begitu? Karena saat ini ada beberapa produsen makanan yang menggunakan kata setan dalam pemberian nama pada makanan yang diproduksinya. Contohnya saja Rawon Setan yang ada di Kota Surabaya dan Mie Setan di Kota Malang.
kedua makanan ini mempunyai persamaan, selain dalam hal nama, persamaan dalam hal cita rasa juga ada pada kedua makanan tersebut. Cita rasa pedas yang ditawarkan pada rawon setan dan mie setan, entah mengapa kata setan cenderung ditujukan pada rasa pedas, namun hal tersebut tak terlalu dipikirkan. Dan pastinya makanan yang mempunyai nama aneh tersebut saat ini lebih menarik konsumen untuk mengonsumsinya. 


Dapat dilihat dari awal mula kemunculan mie setan di Kota Malang, beberapa orang mengaku tertarik pada makanan ini karena nama serta rasanya yang unik. Tentunya ini merupakan inovasi baru produsen untuk menarik pangsa pasar di Kota Malang. Tak dapat dipungkiri tidak sedikit jenis makanan yang ada di Kota Malang, maka dari itu dibutuhkan beberapa inovasi baru dari produsen untuk menarik konsumen.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang peluang mie setan, maka kita disini kita berikan beberapa segmentasi pasar pada makanan mie setan.

Analisis segmentasi pasar "Mie Setan" :


>> Segmentasi Geografis


Mie setan berada di daerah dengan konsentrasi konsumen yang tinggi. Perusahaan ini terletak di Jalan Bromo no 1A. Jika dari lapangan gajayana lurus ke timur ke arak ke perempatan pizza hut, dari perempatan tersebut belok kanan terus lurus, sebelum sampai pertigaan di sebelah kanan ada tempat yang ramai parkiran sepeda motor dan mobil. disanalah tempat mie setan dijual. Mie setan menggunakan tempat makan indoor dan outdoor yang nyaman untuk menikmati suasana.

>> Segmentasi Demografis
  1. Usia dan Siklus Hidup. Pelanggan Mie setan tidak memiliki spesifikasi khusus dalam hal usia dan siklus hidup, karena mie ini dapat dinikmati siapa saja yang menyukai makanan pedas dan bagi yang tidak menyukai masakan pedas maka dapat menikmati menu lain, mulai dari dari anak kecil hingga orang dewasa dan lanjut usia. Namun, Mie setan cenderung mempunyai target pada pangsa pasar berusia remaja sampai dewasa, dikarenakan cita rasanya yang pedas.
  2. Jenis Kelamin. Produk makanan dari Mie setan dapat dinikmati oleh Laki-laki maupun perempuan. Sehingga siapa pun dapat mencobanya,mulai dari penggemar rasa pedas sampai rasa tak pedas sekalipun. 
  3. Kelas Sosial. Mie Setan tidak memiliki pangsa pasar tertentu dalam memasarkan produknya. Pelanggan bisa datang dari kalangan pelajar, mahasiswa, pengusaha, hingga selebritis. Hal ini membuktikan bahwa semua orang dapat menikmati bakso tersebut dengan harga yang terjangkau.
  4. Pendapatan. Masyarakat pendapatan tinggi maupun menengah dapat menikmati produk makanan mie setan ini, karena harga yang ditawarkan produsen mie setan cenderung murah yaitu sekitar 8000an yang masih dalam jangkauan masyarakat berpendapatan menengah kebawah.

>> Segmentasi Psikografis

Pelanggan Mie setan diantaranya merupakan orang yang gemar melakukan wisata kuliner dan pencinta rasa pedas atau yang memiliki tantangan untuk mencoba hal baru, contohnya saja dalam hal level rasa pedas/tertinggi yang ada di dalam produk.
Berikut list level dari mie setan beserta jumlah cabenya :

- Level 1 = 12 cabe
- Level 2 = 25 cabe
- Level 3 = 35 cabe
- Level 4 = 45 cabe
- Level 5 = 60 cabe

>> Segmentasi Perilaku

Dalam segmentasi perilaku, konsumen mie setan ini dapat dikelompokkan pada kelompok konsumen yang kecenderungan mengambil resiko. Dalam mengambil dan menentukan keputusan membeli mie setan, konsumen dihadapkan pada suatu pilihan risiko jika mengonsumsi mie setan, salh satunya yang nyata adalah jika konsumen salah memilih tingkat level yang terlalu tinggi (pedas) dan tidak sesuai dengan kemampuan pribadinya maka konsumen tersebut dapat mengalami gangguan pencernaan, seperti diare dan sakit perut yang berlangsung lama. Selain itu jam buka tempat makanan mie setan yaitu dari pukul 5 sore sampai 12 malam juga merupakan resiko bagi para konsumen karena begitu banyaknya pelanggan yang juga akan mengonsumsi mie setan tersebut, hal ini mengakibatkan pelanggan antri berlama-lama. Namun karena beberapa keunggulan yang diberikan oleh produsen terhadap konsumen mie setan ini, maka konsumen tetap setia terhadap produk makanan mie setan walaupun telah mendapatkan resiko, misalnya yang telah disebutkan diatas.

sekian analisis segmentasi pasar yang dapat saya berikan. semoga bermanfaat.

Martha Feghita A. (115020300111110) / Akuntansi 2011 - Universitas Brawijaya





0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.