Aku diam dan hanya terus terdiam
Namun hati ini, terus mengais memori itu
Memori, dimana bibir ini tersenyum hingga tertawa,
Memori, dimana aku merasa nyaman dan hangat,
Memori, dimana aku merasa memegang awan,
Memori yang Tuhan ijinkan untuk aku alami
Tatapan hangat, senyum merekah dan ucapan bak obat penenang
itu,
Masih dapat ku rasakan seutuhnya
Seutuhnya, seolah-olah hanya untukku selamanya
Mungkin aku hanya terbuai
Terbuai pada kehangatan dan rasa nyaman itu
Yah. . seperti itulah aku, Lemah dan bodoh !
Ataukah itu hanya kebahagiaan sesaat yang kurasa
Mungkin Tuhan ingin mengambilnya, agar aku tersadar
Tapi, lagi-lagi hati kecilku ingin aku tetap bodoh
Hingga tak kuasa merasakan hati kecil dan otakku saling
membunuh
Namun, aku tak
berdaya dan tetap merasakannya
Ayolah, itu hanya memori kawan!
Memori itu kenangan,
Kenangan hanya dapat dikenang, tak dapat diulang
Sadar dan segera bangkit!
Seperti itu yang slalu kupaksakan
Aku hanya ingin melupakan sejenak, jujur itu yang kurasa

0 komentar:
Posting Komentar