Pages

Minggu, 13 Januari 2013

Who ?


“ Disini gelap, pengap, sesak rasanya rongga dadaku. Bisakah aku keluar dari sini?” tanyaku pada Tuan yang berada persis di sampingku.

“ Tuan, kita dimana? Adakah secercah cahaya untuk kita disini?” tanyaku kepadanya untuk kesekian kali.

“ Tuan! Bicaralah, Beri aku jawaban, tidakkah engkau juga bingung berada di tempat seperti ini?”

Tuan tak juga menjawab, Beliau hanya diam dan tetap tenag berada di sampingku.
Akhirnya aku kesal dan menjauh.

Sakit rasanya mata ini mencari tempat, namun hanya warna hitam yang kulihat. Akupun duduk, mendekap kedua lututku ini dengan erat.
“Asing rasanya, tempat apa ini?” pertanyaan yang terus berlari di kepalaku. 

Mataku menerawang keadaan sekitar, tak jauh memang untuk melihat, namun aku masih berharap ada secercah cahaya yang dapat menunjukkanku jalan keluar.
Setelah sekian lama, aku menyerah.
Sepi, semakin menakutkkan, yang terdengar hanya hembusan nafas dan detak jantungku.
Tak kuasa aku memandang sekitar, mulailah kepala ini ku tidurkan di kedua lututku yang mulai gemetaran.
Tak terasa, air mata telah membasahi lututku, hangat, namun bertolakbelakang dengan dinginnya tempat ini. Semakin lama tangisku menjadi.
Lelah rasanya tubuh ini, mungkin aku sudah terlalu lama menangis.

“Hei !!! dimana Tuan yang bersamaku tadi?”

Mulai ku terawang lagi daerah di sekitarku. Agak jauh, mataku menemukan Tuan tadi.
Kutatap terus kearahnya, tak lama kemudian kusadari sesuatu yang aneh.
Hei! Tuan itu seperti bercahaya jika dibandingkan sekitarnya yang tampak gelap. Tetap terus ku mengamatinya.

“ Tuan, siapa engkau?” tanyaku dalam hati.

Sontak akupun terkejut. Tuan itu tampak tersenyum padaku.
Dengan cepat Aku berjalan mendekat padaNya. Cahayanya memudahkanku untuk menghampirinya.
Aku duduk di sampingnya, cukup hangat dan nyaman.
Mengapa aku tadi menjauh darinya? Tuan ini memberi ku cahaya, bahkan aku mulai bisa tenang.
Entahlah berapa pertanyaan muncul dari otakku sampai aku tertidur melihat senyuman dan merasakan kehangatanNya.
Siapa engkau Tuan? Dapatkah engkau membawaku pergi dari tempat ini? sudahlah Tuan tak akan langsung menjawab, Beliau hanya tersenyum hangat kepadaku. Terimakasih Tuan. :)

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.